KATA PENGANTAR
Assalammualaikum. Wr. Wb.
Alhamdulillah, puji syukur penulis sampaikan ke hadirat Allah SWT yang telah menganugerahkan kesempatan dan pemikiran kepada penulis untuk dapat menyelesaikan makalah ini. Bahan untuk makalah ini diambil dari internet dan sebagian diambil dari buku.
Penulisan dan penggunaan kata-kata sangat sederhana sehingga memudahkan pengguna atau pembaca untuk memahaminya
Penulis dengan penuh kerendahan hati mengucapkan rasa hormat dan terima kasih kepada teman-teman seperjuangan yang telah membantu dalam proses pembuatan makalah ini.
Akhirnya, sesuai dengan pepatah “tak ada gading yang tak retak”. Penulis mengharapkan kritik dan saran, khususnya dari teman, dan Dosen yang membimbing mata kuliah Biokimia. Kebenaran dan kesempurnaan hanya milik Allah SWT.
Alhamdulillah, puji syukur penulis sampaikan ke hadirat Allah SWT yang telah menganugerahkan kesempatan dan pemikiran kepada penulis untuk dapat menyelesaikan makalah ini. Bahan untuk makalah ini diambil dari internet dan sebagian diambil dari buku.
Penulisan dan penggunaan kata-kata sangat sederhana sehingga memudahkan pengguna atau pembaca untuk memahaminya
Penulis dengan penuh kerendahan hati mengucapkan rasa hormat dan terima kasih kepada teman-teman seperjuangan yang telah membantu dalam proses pembuatan makalah ini.
Akhirnya, sesuai dengan pepatah “tak ada gading yang tak retak”. Penulis mengharapkan kritik dan saran, khususnya dari teman, dan Dosen yang membimbing mata kuliah Biokimia. Kebenaran dan kesempurnaan hanya milik Allah SWT.
Wassalamualaikum. Wr. Wb.
Bandung,
19 november 2013
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Kita semua
tentunya menghendaki agar kita dan keturunan –keturunan kita dapat tumbuh
sempurna, sehat, kuat bertenaga, bergairah kerja, berdaya piker mantap dan
selalu menunjukan berbagai prestasi, sehingga kita dan keturunan-keturunan kita
dapat menjadi manusia – manusia pembangunan yang mampu meningkatkan harkat
derajat Nusa dan bangsanya dalam peraturan hidup di dunia.
Syarat yang
paling utama dan tidak boleh ditinggalkan agar manusia dapat hidup dan
mendekati atau mencapai apa yang dikehendaki seperti diatas, manusia harus
mendapatkan makanan yang teratur, mencukupi dan serba bergizi, karena seperti
yang kita ketahui, makanan berfungsi untuk menghasilkan energy, mengganti
sel-sel yang rusak, untuk pertumbuhan dan menghasilkan zat pelindung dalam
tubuhnya (antara lain dengan cara menjaga keseimbangan cairan tubuh). Namun
demikian dalam pengertian makanan yang bergizi makanan itupun harus cukup pula
mengandung vitamin dan mineral, karena tubuh yang kekurangan vitamin akan
mengalami avitaminosis dengan gejala macam-macam penyakit. Sebaliknya apabila
tubuh kelebihan akan vitamin yang diperlukannya maka tubuh akan mengalami
hipertaminosis yang mengakibatkan kurang baik terhadap tubuh. Avitaminosis
maupun Hipervitaminosis sama-sama dapat menimbulkan gangguan terhadap kesehatan
tubuh, jadi sebaliknya vitamin yang diperlukan tubuh diusahakan agar tidak
kekurangan dan tidak kelebihan vitamin.
Vitamin adalah senyawa kimia yang sangat esensial yang
walaupun tersedianya dalam tubuh dalam jumlah demikian kecil, diperlukan sekali
bagi kesehatan dan pertumbuhan tubuh yang normal. Vitamin berfungsi dalam
beberapa tahap reaksi metabolisme energy, pertumbuhan, dan pemeliharaan tubuh,
pada umumnya sebagai koenzim atau sebagai bagian dari enzim. Sebagian besar
koenzim terdapat dalam bentuk apoenzim yaitu vitamin yang terikat dengan
protein. Hingga sekarang fungsi biokimia beberapa jenis vitamin belum diketahui
dengan pasti.Vitamin digolongkan menjadi 2 bagian yaitu vitamin yang larut air
dan vitamin yang larut lemak. Vitamin yang larut air yaitu Vitamin B dan C
sedangkan Vitamin yang larut Lemak yaitu Vitamin A,D,E dan K. Setiap vitamin
larut lemak A,D,E dan K mempunyai peranan faali tertentu di dalam
tubuh.Sebagian besar vitamin larut lemak diabsorpsi bersama lipida lain.
Absorpsi membutuhkan cairan empedu dan pancreas. Vitamin larut lemak diangkut
kehati melalui system limfe sebagai bagian dari lipoprotein, disimpan di
berbagai jaringan tubuh dan biasanya tidak dikeluarkan melalui urin.
Tujuan
Penulisan
Adapun
tujuan makalah ini adalah untuk mengetahui sejarah vitamin, defenisi vitamin,
dan pembagian vitamin.
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
Vitamin C
adalah salah satu jenis vitamin yang larut dalam air dan memiliki peranan
penting dalam menangkal berbagai penyakit. Vitamin ini juga dikenal dengan nama
kimia dari bentuk utamanya yaitu asam askorbat. Berdasarkan sifat kelarutannya
vitamin terbagi menjadi dua, Adapun vitamin dibedakan menjadi 2 kelas, yaitu:
Vitamin yang larut dalam air: Tiamin (vitamin B1), Riboflavin (vitamin B2).
Asam
nikotinat, asam pantotenat, piridoksin (vitamin B6), biotin, asam
folat, vitamin B12, asam askorbat (vitamin C). Vitamin yang larut dalam
lemak: Vitamin A, Vitamin D, Vitamin E, Vitamin K. Vitamin C termasuk golongan
vitamin antioksidan yang mampu menangkal berbagai radikal bebas
ekstraselular. Beberapa karakteristiknya antara lain sangat mudah
teroksidasi oleh panas, cahaya, dan logam. Buah-buahan, seperti jeruk, merupakan
sumber utama vitamin ini. Vitamin C diperlukan untuk menjaga struktur kolagen,
yaitu sejenis protein yang menghubungkan semua jaringan serabut, kulit, urat,
tulang rawan, dan jaringan lain di tubuh manusia. Struktur kolagen yang baik
dapat menyembuhkan patah tulang, memar, pendarahan kecil, dan luka ringan
(Lehninger 1996).
Vitamin C
diperlukan untuk sintesis kolagen, komponen struktural penting dari pembuluh
darah, tendon, ligamen, dan tulang. Vitamin C juga berperan penting dalam
sintesis neurotransmitter , norepinefrin. Neurotransmiter sangat penting untuk
fungsi otak dan diketahui mempengaruhi suasana hati. Selain itu, vitamin C
diperlukan untuk sintesis karnitin , molekul kecil yang sangat penting untuk
pengangkutan lemak menjadi organel sel yang disebut mitokondria , di mana lemak
diubah menjadi energi. Penelitian juga menunjukkan bahwa vitamin C adalah
terlibat dalam metabolisme kolesterol untuk asam empedu , yang mungkin memiliki
implikasi terhadap kadar kolesterol darah dan kejadian batu empedu (Harjadi
1986).
Vitamin
C juga sangat efektif terhadap antioksidan protein. Bahkan jumlah kecil vitamin
C dapat melindungi molekul yang sangat diperlukan dalam tubuh, seperti, lipid
(lemak), karbohidrat, dan asam nukleat (DNA dan RNA), dari kerusakan oleh
radikal bebas dan reaktif oksigen spesies yang dapat dihasilkan selama
metabolisme normal maupun melalui hubungan ke racun dan polutan (misalnya, asap
rokokVitamin C juga mungkin dapat beregenerasi antioksidan lain seperti vitamin
E. Satu studi terbaru perokok ditemukan bahwa vitamin C vitamin E regenerasi
dari bentuk teroksidasinya (Fessenden 1982).
Vitamin B adalah 8 vitamin yang larut dalam
air dan memainkan peran penting dalam metabolisme sel. Dalam sejarahnya,
vitamin pernah diduga hanya mempunyai satu tipe, yaitu vitamin B (seperti orang
mengenal vitamin C atau vitamin D). Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa
komposisi kimia di dalamnya membedakan vitamin ini satu sama lain dan terlihat
dalam contohnya dalam beberapa makanan. Suplemen yang mengandung ke- 8 tipe ini
disebut sebagai vitamin B kompleks. Masing-masing tipe vitamin B suplemen
mempunyai nama masing-masing (contoh: B1, B2, B3) (Girindra 1986).
BAB III
PEMBAHASAN
A. Sejarah
Vitamin
Sebelum abad
ke duapuluh, karbohidrat, lemak, protein, dan beberapa zat mineral telah
dianggap sebagai zat-zat makanan yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh normal.
Akan tetapi berabad-abad sebelumnya, berbagai pengamatan menduga bahwa
senyawa-senyawa organik lainnya adalah esensial untuk menjaga kesehatan.
Sebagai misal telah diketahui selama 300 tahun, bahwa dengan makan buah-buahan
dan sayur-sayuran segar ternyata berguna untuk pencegahan atau pengobatan
scorbut (sariawan). Juga telah diakui, bahwa rakhitis dapat disembuhkan dengan
minum minyak ikan. Pengamatan-pengamatan tersebut menimbulkan dugaan, bahwa ada
senyawa-senyawa zat makanan lain diperlukan untuk menjaga kesehatan di samping karbohidrat,
lemak atau protein.
Sejarah
penemuan vitamin dimulai oleh Eijkman yang pertama kali mengemukakanadanya zat
yang bertindak sebagai faktor diet esensial dalam kasus penyakit beri-beri.
Pada tahun1897 ia memberikan gambaran adanya suatu penyakit yang diderita oleh
anak ayam yang serupa dengan beri-beri pada manusia. Gejala penyakit tersebut
terjadi setelah binatang diberi makanan yang terdiri atas beras giling murni.
Ternyata penyakit ini dapat disembuhkan dengan memberikan makanan sisa gilingan
beras yang berupa serbuk. Hasil penemuan yang menyatakan bahwa dalam makanan
ada faktor lain yang penting selain kabohidrat, lemak dan proteinsebagai
energy, mendorong para ahli untuk meneliti lebih lanjut tentang vitamin,
sehingga diperoleh konsep tentang vitamin yang kita kenal sekarang. Pada saat
ini terdapat lebih dari 20 macam vitamin. Polish kemudian memberi nama faktor
diet esensial ini dengan vitamin. Selanjutnya hasil pekerjaan Warburg tentang
koenzim (1932-1935) dan kemudian penyelidikanR Kuhn dan P Kerrer menunjukkan
adanya hubungan antara struktur kimia viatamin dengan koenzim.
Vitamin
dibagi ke dalam dua golongan. Golongan pertama oleh Kodicek (1971) disebut
prakoenzim (procoenzyme), dan bersifat larut dalam air, tidak disimpan oleh
tubuh, tidak beracun, diekskresi dalam urine. Yang termasuk golongan ini
adalah: tiamin, riboflavin, asam nikotinat, piridoksin, asam kolat, biotin,
asam pantotenat, vitamin B12 (disebut golongan vitaminB) dan vitamin C.
Golongan kedua yang larut dalam lemak disebutnya alosterin, dan dapat disimpan
dalam tubuh. Apabila vitamin ini terlalu banyak dimakan, akan tersimpan dalam
tubuh, dan memberikan gejala penyakit tertentu (hipervitaminosis), yang juga
membahayakan. Kekurangan vitamin mengakibatkan terjadinya penyakit defisiensi,
tetapi bisanya gejala penyakit akan hilang kembali apabila kecukupan vitamin
tersebut terpenuhi.
B. Defenisi
Vitamin
Vitamin
(bahasa Inggris: vital amine, vitamin) adalah sekelompok senyawa organik amina
berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap
organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. Nama ini berasal dari
gabungan kata bahasa Latin vita yang artinya "hidup" dan amina
(amine) yang mengacu pada suatu gugus organik yang memiliki atom nitrogen (N),
karena pada awalnya vitamin dianggap demikian. Kelak diketahui bahwa banyak
vitamin yang sama sekali tidak memiliki atom N. Dipandang dari sisi enzimologi
(ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang
dikatalisasi oleh enzim. Pada dasarnya, senyawa vitamin ini digunakan tubuh
untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara normal.
Vitamin
adalah sekelompok senyawa organik berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi
vital dalam metabolisme organisme. Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang
enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh
enzim. Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat
bertumbuh dan berkembang dengan baik. Vitamin tersebut antara lain vitamin A,
C, D, E, K, dan B (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin, vitamin
B6, vitamin B12, dan folat). Walau memiliki peranan yang sangat penting, tubuh
hanya dapat memproduksi vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang
tidak aktif. Oleh karena itu, tubuh memerlukan asupan vitamin yang berasal dari
makanan yang kita konsumsi. Buah-buahan dan sayuran terkenal memiliki kandungan
vitamin yang tinggi dan hal tersebut sangatlah baik untuk tubuh. Asupan vitamin
lain dapat diperoleh melalui suplemen makanan. Berbeda dengan vitamin yang
larut dalam lemak, jenis vitamin larut dalam air hanya dapat disimpan dalam
jumlah sedikit dan biasanya akan segera hilang bersama aliran makanan. Saat
suatu bahan pangan dicerna oleh tubuh, vitamin yang terlepas akan masuk ke
dalam aliran darah dan beredar ke seluruh bagian tubuh. Apabila tidak
dibutuhkan, vitamin ini akan segera dibuang tubuh bersama urin. Oleh
karena hal inilah, tubuh membutuhkan asupan vitamin larut air secara
terus-menerus.
C. Fungsi
Vitamin Secara Umum
Vitamin memiliki peranan spesifik di
dalam tubuh dan dapat pula memberikan manfaat kesehatan. Bila kadar senyawa ini
tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami suatu penyakit. Tubuh hanya memerlukan
vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan maka
metabolisme di dalam tubuh kita akan terganggu karena fungsinya tidak dapat
digantikan oleh senyawa lain. Gangguan kesehatan ini dikenal dengan istilah
avitaminosis. Contohnya adalah bila kita kekurangan vitamin A maka kita akan
mengalami kerabunan. Di samping itu, asupan vitamin juga tidak boleh berlebihan
karena dapat menyebabkan gangguan metabolisme pada tubuh.
Fungsi Vitamin
secara umum berhubungan sangat erat dengan fungsi enzim, terutama
vitamin –vitamin kelompok B.
Suatu enzim terdiri atas komponen
protein yang dihasilkan oleh sel disebut “APOENZIM” Vitamin merupakan suatu senyawa
yg telah lama dikenal oleh peradaban manusia. sudah sejak ribuan tahun lalu
manusia telah mengenal vitamin sebagai salah satu senyawa yang dapat
memberikan efek kesehatan bagi tubuh.
Vitamin
diperkirakan berperan sebagai katalisator dalam reaksi biokimia tubuh.
Vitamin dapat berperan secara
bersama–sama dalam mengatur fungsi tubuh, misalnya memacu dan memelihara
:
1. Pertumbuhan,
2. Reproduksi,
3. Kesehatan dan
kekuatan tubuh,
4. Stabilitas sistem
syaraf,
5. Selera makan,
6. Pencernaan,
7. Penggunaan zat-zat
makanan lainnya.
Selain itu vitamin berperan sebagai
antioksidan, yakni zat untuk menghindari terjadinya radikal bebas (free
radikal bebas).
D. Sumber vitamin dan macam penyakit kekurangan vitamin
Adapun
sumber dan macam penyakit yang disebabkan kekuarngan vitamin adalah sebagai
berikut :
1.
Vitamin A
Vitamin A umumnya stabil terhadap panas, asam, dan alkali. Tetapi
mempunyai sifat yang mudah teroksidasi oleh udara dan akan rusak bila
dipanaskan pada suhu tinggi bersama udara, sinar dan lemak yang sudah tengik.
Sumber vitamin A adalah susu, ikan, sayuran berwarna hijau dan kuning,
hati, buah-buahan warna merah dan kuning (cabe merah, wortel, pisang, pepaya,
dan lain-lain). Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin A adalah
rabun senja, katarak, infeksi saluran pernapasan, menurunnya daya tahan tubuh,
kulit yang tidak sehat, dan lain-lain.
2.
Vitamin B1
Sumber vitamin B1 adalah gandum, beras, daging,
telur,susu dan lainnya. Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B1
adlah kulit kering/kusik/busik, kulit bersisik, daya tahan tubuh berkurang.
3.
Vitamin B12
Vitamin B12 adalah vitamin yang sangat kompleks molekulnya
mengandung sebuah atom cobalt. Vit B12 terjadi dalam beberapa bentuk dikenal
sebagai kobalamina, salah satu yang paling aktif adalah sianokobalamin. Sifat- sifatnya
adalah larut dlm air, tahan panas, inaktif oleh cahaya, asam keras atau larutan
alkali. Sumber makanan yang mengandung vitamin B12 adalah telur, daging, hati.
Dan penyakit yang ditimbulkan jika kekurangan vitamin ini adalah kurang darah,
cepat lelah, lesu,lemas, dan sebagainya.
4.
Vitamin C
Dari semua vitamin yang ada, vit C merupakan vitamin
yang paling mudah rusak. Sangat larut dalam air, mudah teroksidasi dan proses
tersebut dipercepat oleh panas, sinar, alkali, enzim, oksidator serta oleh
katalis tembaga dan besi. Oksidasi akan terhambat bila vitamin C dibiarkan
dalam keadaan asam atau pada suhu rendah. Kelenjar adrenalin mengandung vitamin
C yang sangat
tinggi.
Sumber utama
vitamin C adalah jambu klutuk, jeruk, tomat, nanas dan sayur segar. Akibat yang
ditimbukkan jika tubuh kekurangan vitamin C adalah mudah infeksi pada luka,
gusi berdarah, sariawan, dll.
5.
Vitamin D
Sumber makanan yang mengandung vitamin D adalah
minyak ikan, susu, telur dan keju. Akibat yang ditimbulkan jika kekurangan
vitamin D adalah gigi mudah rusak, otak kejang dan pertumbuhan tulang tidak
baik.
6.
Vitamin E
Vitamin E tahan terhadap suhu tinggi serta asam, karena bersifat
antioksidan, Vitamin E mudah teroksidasi terutama bila pada lemak yang tengik,
timah, garam besi serta mudah rusak oleh sinar UV.
Sumber
makanan yang mengandung vitamin E adalah ikan, ayam, kuning telur, minyak
tumbuhan, dll. Penyakit yang ditimbulkan jika kekurangan vitamin E adalah bisa
menyebabkan mandul pada pria dan wanita, kerusakan syaraf, dll.
7.
Vitamin K
Vitamin K larut
dalam lemak dan tahan panas, tetapi mudah rusak oleh radiasi, asam dan alkali.
Vitamin K sangat penting bagi pembentukan protrombin. Kadar protrombin dalam
darah yang tinggi baik untuk penggumpalan
darah.
Sumber utama
vitamin K adalah telur, susu, dan sayuran segar. Akibat jika kekurangan vitamin
K adalah darah sulit membeku ketika luka atau pendarahan.
E.
Pembagian Vitamin
Bedasarkan
kelarutannya vitamin dibagi menjadi dua kelompok, yaitu vitamin yang larut
dalam air (vitamin C dan semua golongan vitamin B) dan yang larut dalam lemak
(vitamin A, D, E, dan K). Oleh karena sifat kelarutannya tersebut, vitamin yang
larut dalam air tidak dapat disimpan dalam tubuh, sedangkan vitamin yang larut
dalam lemak dapat disimpan dalam tubuh.
Vitamin yang
larut dalam lemak adalah vitamin A, D, E dan K. Untuk beberapa hal, vitamin ini
berbeda dari vitamin yang larut dalam air. Vitamin ini terdapat dalam lemak dan
bagian berminyak dari makanan. Vitamin ini hanya dicerna oleh empedu karena
tidak larut dalam air.
1.
Vitamin A
Vitamin A,
yang juga dikenal dengan nama retinol, merupakan vitamin yang berperan dalam
pembentukkan indra penglihatan yang baik, terutama di malam hari, dan sebagai
salah satu komponen penyusun pigmen mata di retina. Selain itu, vitamin ini
juga berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan imunitas tubuh.Vitamin
ini bersifat mudah rusak oleh paparan panas, cahaya matahari, dan udara. Sumber
makanan yang banyak mengandung vitamin A, antara lain susu, ikan, sayur-sayuran
(terutama yang berwarna hijau dan kuning), dan juga buah-buahan (terutama yang
berwarna merah dan kuning, seperti cabai merah, wortel, pisang, dan pepaya).
Apabila
terjadi defisiensi vitamin A, penderita akan mengalami rabun senja dan katarak.
Selain itu, penderita defisiensi vitamin A ini juga dapat mengalami infeksi
saluran pernafasan, menurunnya daya tahan tubuh, dan kondisi kulit yang kurang
sehat. Kelebihan asupan vitamin A dapat menyebabkan keracunan pada tubuh.
Penyakit yang dapat ditimbulkan antara lain pusing-pusing, kerontokan rambut,
kulit kering bersisik, dan pingsan.Selain itu, bila sudah dalam kondisi akut,
kelebihan vitamin A di dalam tubuh juga dapat menyebabkan kerabunan,
terhambatnya pertumbuhan tubuh, pembengkakan hati, dan iritasi kulit.
2.
Vitamin B
Secara umum, golongan vitamin B berperan penting dalam metabolisme di
dalam tubuh,
terutama dalam hal pelepasan energi saat beraktivitas. Hal ini terkait
dengan peranannya di dalam tubuh, yaitu sebagai senyawa koenzim yang dapat
meningkatkan laju reaksi metabolisme tubuh terhadap berbagai jenis sumber
energi. Beberapa jenis vitamin yang tergolong dalam kelompok vitamin B ini juga
berperan dalam pembentukan sel darah merah (eritrosit). Sumber utama vitamin B
berasal dari susu, gandum, ikan, dan sayur-sayuran hijau.
3.
Vitamin B1
Vitamin B1, yang dikenal juga dengan nama tiamin, merupakan salah satu
jenis vitamin yang memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan
membantu mengkonversi karbohidrat menjadi energi yang diperlukan tubuh untuk
rutinitas sehari-hari. Di samping itu, vitamin B1 juga membantu proses
metabolisme protein danlemak. Bila terjadi defisiensi vitamin B1, kulit akan
mengalami berbagai gangguan, seperti kulit kering dan bersisik. Tubuh juga
dapat mengalami beri-beri, gangguan saluran pencernaan, jantung, dan sistem
saraf. Untuk mencegah hal tersebut, kita perlu banyak mengonsumsi banyak
gandum, nasi, daging, susu, telur, dan tanaman kacang-kacangan. Bahan makanan
inilah yang telah terbukti banyak mengandung vitamin B1.
4.
Vitamin B2
Vitamin B2 (riboflavin) banyak berperan penting dalam metabolisme di tubuh
manusia. Di dalam tubuh, vitamin B2 berperan sebagai salah satu kompenen
koenzim flavin mononukleotida (flavin mononucleotide,FMN) dan flavin adenine
dinukleotida (adenine dinucleotide, FAD). Kedua enzim ini berperan penting
dalam regenerasi energi bagi tubuh melalui proses respirasi. Vitamin ini juga
berperan dalam pembentukan molekulsteroid, sel darah merah, dan glikogen, serta
menyokong pertumbuhan berbagai organ tubuh, seperti kulit, rambut, dan kuku.
Sumber vitamin B2 banyak ditemukan pada sayur-sayuran segar, kacang kedelai,
kuning telur, dan susu. Defisiensinya dapat menyebabkan menurunnya daya tahan
tubuh, kulit kering bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah, dan sariawan.
5.
Vitamin B3
Vitamin B3 juga dikenal dengan istilah niasin. Vitamin ini berperan penting
dalam metabolismekarbohidrat untuk menghasilkan energi, metabolisme lemak, dan
protein. Di dalam tubuh, vitamin B3 memiliki peranan besar dalam menjaga kadar
gula darah, tekanan darah tinggi, penyembuhan migrain, dan vertigo. Berbagai
jenis senyawa racun dapat dinetralisir dengan bantuan vitamin ini. Vitamin B3
termasuk salah satu jenis vitamin yang banyak ditemukan pada makanan hewani,
seperti ragi, hati, ginjal, daging unggas, dan ikan. Akan tetapi, terdapat
beberapa sumber pangan lainnya yang juga mengandung vitamin ini dalam kadar
tinggi, antara lain gandum dan kentang manis. Kekurangan vitamin ini dapat
menyebabkan tubuh mengalami kekejangan, keram otot, gangguan sistem pencernaan,
muntah-muntah, dan mual.
6.
Vitamin B5
Vitamin B5 (asam pantotenat) banyak terlibat dalam reaksi enzimatik di
dalam tubuh. Hal ini menyebabkan vitamin B5 berperan besar dalam berbagai jenis
metabolisme, seperti dalam reaksi pemecahan nutrisi makanan, terutama lemak.
Peranan lain vitamin ini adalah menjaga komunikasi yang baik antara sistem
saraf pusat dan otak dan memproduksi senyawa asam lemak,
sterol,neurotransmiter, dan hormon tubuh. Vitamin B5 dapat ditemukan dalam
berbagai jenis variasi makanan hewani, mulai dari daging, susu, ginjal, dan
hati hingga makanan nabati, seperti sayuran hijau dan kacang hijau. Seperti
halnya vitamin B1 dan B2, defisiensi vitamin B5 dapat menyebabkan kulit
pecah-pecah dan bersisik. Selain itu, gangguan lain yang akan diderita adalah
keram otot serta kesulitan untuk tidur.
7.
Vitamin B6
Vitamin B6, atau dikenal juga dengan istilah piridoksin, merupakan vitamin
yang esensial bagi pertumbuhan tubuh. Vitamin ini berperan sebagai salah satu
senyawa koenzim A yang digunakan tubuh untuk menghasilkan energi melalui jalur
sintesis asam lemak, seperti spingolipid danfosfolipid.Selain itu, vitamin ini
juga berperan dalam metabolisme nutrisi dan memproduksi antibodi sebagai
mekanisme pertahanan tubuh terhadap antigen atau senyawa asing yang berbahaya
bagi tubuh.Vitamin ini merupakan salah satu jenis vitamin yang mudah didapatkan
karena vitamin ini banyak terdapat di dalam beras, jagung, kacang-kacangan,
daging, dan ikan. Kekurangan vitamin dalam jumlah banyak dapat menyebabkan
kulit pecah-pecah, keram otot, dan insomnia.
8.
Vitamin B12
Vitamin B12 atau sianokobalamin merupakan jenis vitamin yang hanya khusus
diproduksi oleh hewan dan tidak ditemukan pada tanaman. Oleh karena itu,
vegetarian sering kali mengalami gangguan kesehatan tubuh akibat kekurangan
vitamin ini. Vitamin ini banyak berperan dalam metabolisme energi di dalam
tubuh. Vitamin B12 juga termasuk dalam salah satu jenis vitamin yang berperan
dalam pemeliharaan kesehatan sel saraf, pembentukkan molekul DNA dan RNA,
pembentukkan platelet darah. Telur, hati, dan daging merupakan sumber makanan yang
baik untuk memenuhi kebutuhan vitamin B12. Kekurangan vitamin ini akan
menyebabkan anemia (kekurangan darah), mudah lelah lesu, dan iritasi kulit.
9.
Vitamin C
Vitamin C (asam askorbat) banyak memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh
kita. Di dalam tubuh, vitamin C juga berperan sebagai senyawa pembentuk kolagen
yang merupakan protein penting penyusun jaringan kulit, sendi, tulang, dan
jaringan penyokong lainnya. Vitamin C merupakan senyawa antioksidan alami yang
dapat menangkal berbagai radikal bebas dari polusi di sekitar lingkungan kita.
Terkait dengan sifatnya yang mampu menangkal radikal bebas, vitamin C dapat
membantu menurunkan laju mutasi dalam tubuh sehingga risiko timbulnya berbagai
penyakit degenaratif, seperti kanker, dapat diturunkan. Selain itu, vitamin C
berperan dalam menjaga bentuk dan struktur dari berbagai jaringan di dalam
tubuh, seperti otot. Vitamin ini juga berperan dalam penutupan luka saat
terjadi pendarahan dan memberikan perlindungan lebih dari infeksi
mikroorganisme patogen. Melalui mekanisme inilah vitamin C berperan dalam
menjaga kebugaran tubuh dan membantu mencegah berbagai jenis penyakit.
Defisiensi vitamin C juga dapat menyebabkan gusi berdarah dan nyeri pada
persendian. Akumulasi vitamin C yang berlebihan di dalam tubuh dapat
menyebabkan batu ginjal, gangguan saluran pencernaan, dan rusaknya sel darah
merah.
10.
Vitamin D
Vitamin D juga merupakan salah satu jenis vitamin yang banyak ditemukan
pada makanan hewani, antara lain ikan, telur, susu, serta produk olahannya,
seperti keju. Bagian tubuh yang paling banyak dipengaruhi oleh vitamin ini
adalah tulang. Vitamin D ini dapat membantu metabolisme kalsium dan
mineralisasi tulang. Sel kulit akan segera memproduksi vitamin D saat terkena
cahaya matahari (sinar ultraviolet). Bila kadar vitamin D rendah maka tubuh
akan mengalami pertumbuhan kaki yang tidak normal, dimana betis kaki akan
membentuk huruf O dan X. Di samping itu, gigi akan mudah mengalami kerusakan
dan otot pun akan mengalami kekejangan. Penyakit lainnya adalah osteomalasia,
yaitu hilangnya unsur kalsium dan fosfor secara berlebihan di dalam tulang.
Penyakit ini biasanya ditemukan pada remaja, sedangkan pada manula, penyakit
yang dapat ditimbulkan adalah osteoporosis, yaitu kerapuhan tulang akibatnya
berkurangnya kepadatan tulang. Kelebihan vitamin D dapat menyebabkan tubuh
mengalami diare, berkurangnya berat badan, muntah-muntah, dan dehidrasi berlebihan.
11.
Vitamin E
Vitamin E berperan dalam menjaga kesehatan berbagai jaringan di dalam
tubuh, mulai dari jaringan kulit, mata, sel darah merah hingga hati. Selain
itu, vitamin ini juga dapat melindungi paru-paru manusia dari polusi udara.
Nilai kesehatan ini terkait dengan kerja vitamin E di dalam tubuh sebagai
senyawa antioksidan alami. Vitamin E banyak ditemukan pada ikan, ayam, kuning
telur, ragi, dan minyak tumbuh-tumbuhan. Walaupun hanya dibutuhkan dalam jumlah
sedikit, kekurangan vitamin E dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang fatal
bagi tubuh, antara lain kemandulan baik bagi pria maupun wanita. Selain itu,
saraf dan otot akan mengalami gangguan yang berkepanjangan.
12.
Vitamin K
Vitamin K banyak berperan dalam pembentukan sistem peredaran darah yang
baik dan penutupan luka. Defisiensi vitamin ini akan berakibat pada pendarahan
di dalam tubuh dan kesulitan pembekuan darah saat terjadi luka atau pendarahan.
Selain itu, vitamin K juga berperan sebagai kofaktor enzim untuk mengkatalis
reaksi karboksilasi asam amino asam glutamat. Oleh karena itu, kita perlu
banyak mengonsumsi susu, kuning telur, dan sayuran segar yang merupakan sumber
vitamin K yang baik bagi pemenuhan kebutuhan di dalam t
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang didapat dari makalah vitamin ini adalah:
1.
Vitamin adalah nutrisi yang penting dalam
tubuh untuk proses metabolisme dan pertumbuhan yang normal.
2.
Vitamin dikelompokkan menjadi 2 golongan
utama yaitu vitamin yang larut dalam lemak yaitu vitamin A,D, E, dan K serta
vitamin yang larut dalam air yaitu vitamin C dan B.
3.
Vitamin yang larut dalam air hanya dapat
disimpan dalam jumlah sedikit dan biasanya akan segera hilang bersama
aliran makanan.
4.
Kebanyakan vitamin berfungsi sebagai
koenzim dalam berbagai reaksi dalam tubuh.
5.
Kekurangan vitamin dapat mengganggu
kelancaran reaksi – reaksi biokimia di dalam tubuh dan masing – masing
vitamin dapat mendefenisikannya.
DAFTAR PUSTAKA
ü Girindra A. 1986. Biokimia I. Gramedia, Jakarta.
ü Lal, H. 2000. Biochemistry for Dental Students. CBS Publishers and
Distributor,
New Delhi.
ü Lehninger, A. L. 1998. Dasar-Dasar Biokimia I. Erlangga, Jakarta.
ü Mulyono HAM. 2005. Kamus Kimia. Bumi Aksara, Jakarta.
ü Pujiadi, A.
1994. Dasar-Dasar Biokimia. UI Press, Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar